Tarif PPN Naik Per 1 April? Simak Alasannya Berikut Ini!

11-03-2022 17:38:03, Dibaca: 4147

TARIF PPN NAIK PER 1 APRIL? SIMAK ALASANNYA BERIKUT INI!

Apa itu PPN?

Melansir Kemenkeu.go.id PPN atau Pajak Pertambahan Nilai adalah pajak tidak langsung yang dikenakan setiap kali ada pertambahan nilai dari barang atau jasa yang beredar dari produsen ke konsumen. Dasar hukum penerapan PPN di Indonesia adalah Undang-undang No. 8 Tahun 1993 beserta perubahannya, antara lain Undang-Undang No. 11 Tahun 1994, Undang-Undang No. 18 Tahun 2000, dan Undang-Undang No. 42 Tahun 2009. Berdasarkan dasar hukum tersebut, Indonesia menganut sistem tarif tunggal dan tarif untuk PPN saat ini adalah 10%.

Mengapa PPN Naik?

Saat ini beredar kabar bahwa PPN akan naik menjadi 11% mulai 1 April 2022 berdasarkan ketentuan yang tertuang dalam Pasal 7 ayat 1 UU HPP. Nantinya, PPN juga direncanakan akan kembali naik menjadi 12% pada tahun 2025 mendatang seperti dilansir dari CNN Indonesia. Kenaikan pajak ini bukan tanpa alasan. Dengan adanya kenaikan tersebut, akan turut meningkatkan penerimaan pajak negara yang kemudian akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat berkaitan dengan vaksinasi, dana bantuan sosial sekaligus untuk menggantikan defisit anggaran yang terjadi selama pandemi.

Baca juga: Kenali Jenis-jenis Promosi ini agar Bisnis Anda semakin dikenal!

Dampak Kenaikan PPN

A. Dampak Negatif

1. Terjadi Inflasi

Ketika PPN naik, maka kemungkinan besar para pengusaha akan menaikkan harga barang dan jasa yang dijual pula agar profit marginnya tetap stabil. Oleh karena itu, dengan kenaikan harga secara serentak pada periode ini memungkinkan terjadinya inflasi pada April 2022.

2. Daya Beli Masyarakat Turun

Melansir Kontan, Cheryl Tanuwijaya selaku Analis Jasa Utama Capital Security, berpendapat bahwa kenaikan PPN menjadi 11% dapat menghambat penjualan karena daya beli masyarakat terlebih pada masyarakat kelas menengah ke bawah menurun terutama untuk sektor industri barang konsumsi dan retail. Pemerintah juga berharap kenaikan PPN akan berpengaruh pada industri rokok agar permintaan rokok dapat menurun. Namun, lebaran yang sudah semakin dekat dan tren pemulihan ekonomi yang membaik mungkin saja dapat mencegah penurunan daya beli tersebut.

3. Pemulihan dan Pertumbuhan Ekonomi Terhambat

Berhubung masa normalisasi perubahan PPN membutuhkan beberapa waktu ditambah daya beli masyarakat yang turun dan mencari alternatif barang dan jasa yang lebih murah, pemulihan ekonomi secara nasional yang diproyeksikan akan berlangsung di tahun ini mungkin saja terhambat karena masyarakat harus beradaptasi dan mengatur pengeluarannya setelah kenaikan PPN direalisasikan.

B. Dampak Positif

1. Optimalisasi Struktur Pajak dan Pertumbuhan Ekonomi

BKF Kemenkeu seperti dilansir dari EKONOMI, mengemukakan bahwa PPN yang merupakan pajak tidak langsung berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi dibandingkan pajak langsung seperti PPh. Terlebih Indonesia sebagai negara berkembang yang pemasukan pajak terbesarnya berasal dari PPN dan PPh Badan.

2. Meningkatkan Penerimaan Pajak Negara

Selama pandemi melanda di Indonesia, penerimaan pajak di Indonesia mengalami penurunan drastis. Mengutip perkataan Ekonom Bank Permata, Josua Pardede seperti yang dimuat dalam Kompas, kenaikan tarif PPN dapat memperluas ruang fiskal dan berdampak positif bagi ekonomi Indonesia jangka panjang.

3. Anggaran Distribusi Program Sosial Tercukupi

Melansir dari Pajakku, Kemenkeu mengatakan bahwa penerimaan pajak ini nantinya akan difokuskan untuk distribusi program sosial, antara lain bantuan sosial pemerintah, program vaksinasi, dan BLT (Bantuan Langsung Tunai).

Kelola Faktur Pajak dengan Sistem ERZAP, Mudah, Cepat, dan Praktis

Anda pemilik bisnis? Pusing mengatur faktur pajak secara manual? Atur faktur pajak masukan dan faktur pajak keluaran menggunakan sistem ERZAP untuk menghemat waktu Anda. ERZAP menyediakan fitur QR Code sehingga Anda tinggal scan QR Code dari supplier tanpa harus memilih data supplier tersebut sementara untuk Faktur Pajak Keluaran, Anda tinggal meng-input NPWP Pelanggan kemudian NSFP dan CSV Faktur Pajak akan terbit secara otomatis.Selanjutnya, CSV yang sudah disesuaikan tinggal di-import pada aplikasi e-faktur.

 

Free Trial 14 Hari tanpa Kartu Kredit

Ternyata Ini 4 Sektor Industri Manufaktur Paling Menjanjikan di Indonesia

28-04-2022 - Dibaca: 17596 kali.
Apa saja industri bisnis manufaktur yang menjanjikan di Indonesia? Simak 4 sektor industri yang dapat Anda coba!
Baca selengkapnya...

Aplikasi Absensi Erzap Teams

25-03-2021 - Dibaca: 12068 kali.
Erzap Teams adalah aplikasi mobile yang digunakan khusus untuk mencatat kehadiran dan absensi dari masing-masing pegawai. Hasil pencatan absen ini akan otomatis tersikron dengan Modul Gaji Pegawai. Erzap Teams tersedia pada platform Android  iOS.
Baca selengkapnya...

Tutorial Cetak Barcode Produk Dengan Erzap Label Designer

15-08-2022 - Dibaca: 22180 kali.
Erzap Label Designer, terintegrasi dengan Erzap ERP. Mempermudah pencetakan label barcode produk secara cepat dan mudah dengan tampilan desain yang sederhana dan mudah dipahami. Tidak perlu lagi menggunakan aplikasi barcode lain.
Baca selengkapnya...

Bahaya Turnover Karyawan yang Tinggi pada Kinerja Perusahaan

17-08-2022 - Dibaca: 8843 kali.
Pernah mendengar tentang turnover karyawan? Kenali dampaknya bagi perusahaan di sini!
Baca selengkapnya...

Tutorial Klaim Garansi Servis Erzap

12-05-2023 - Dibaca: 8619 kali.
Fitur ini dirancang untuk semakin melengkapi Modul Servis Elektronik Erzap, serta khusus untuk membantu pelaku usaha bisnis di bidang elektronik agar dapat memberikan kepuasan maksimal kepada pelanggan mereka dengan memberikan garansi terhadap jasa servis yang diberikan. Ketika pelanggan membawa barang elektronik mereka untuk diservis, akan ada risiko bahwa setelah proses servis selesai, barang tersebut masih mengalami kerusakan yang sama atau bahkan kerusakan lain yang terkait dengan servis sebelumnya. Untuk mengatasi masalah ini, Erzap menyediakan fitur klaim garansi yang memungkinkan pelanggan mengajukan klaim jika barang tetap rusak setelah servis.
Baca selengkapnya...